Piagam Bumi

Apa itu Piagam Bumi ?

Piagam Bumi adalah sebuah deklarasi prinsip-prinsip pokok untuk membangun masyarakat global yang berkeadilan, berkelanjutan dan damai di abad ke- 21. Piagam Bumi berupaya untuk mengilhami seluruh umat manusia akan pengertian baru tentang saling ketergantungan global dan tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan keluarga umat manusia, yaitu kehidupan dunia yang lebih besar, dan generasi yang akan datang. Piagam Bumi merupakan cetusan harapan dan sebuah seruan untuk bertindak.

Piagam Bumi sangat peduli terhadap masa transisi menuju cara hidup yang berkelanjutan dan pembangunan manusia yang berkelanjutan. Salah satu tema utama adalah integritas ekologis. Namun, Piagam Bumi menyadari bahwa tujuan-tujuan dari perlindungan ekologis, pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi yang adil, penghargaan atas Hak Azazi Manusia, demokrasi dan perdamaian adalah saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan. Karena itu Piagam ini memberikan kerangka etika baru yang terintegrasi dan inklusif sebagai panduan untuk masa transisi menuju masa depan yang berkelanjutan.

Piagam Bumi adalah sebuah produk dialog yang mendunia serta lintas budaya yang berlangsung selama satu dekade, tentang tujuan-tujuan dan nilai-nilai bersama. Proyek Piagam Bumi dimulai sebagai Prakarsa PBB, namun diteruskan dan dilengkapi oleh prakarsa masyarakat madani global. Piagam Bumi diselesaikan dan kemudian dicanangkan sebagai piagam masyarakat pada tahun 2000 oleh Komisi Piagam Bumi, sebuah entitas internasional yang independen.

Penulisan rancangan Piagam Bumi telah melibatkan proses konsultasi yang paling terbuka dan paling partisipatif yang pernah dilakukan dalam penulisan sebuah dokumen internasional. Proses tersebut adalah sumber primer dari legitimasinya sebagai pedoman kerangka etis. Legitimasi dokumen tersebut telah diperluas dengan dukungan dari lebih dari 4500 (empat ribu lima ratus) organisasi, termasuk pemerintah dan organisasi internasional.

Khusus mengenai legitimasi, semakin banyak ahli-ahli hukum internasional yang mengakui status Piagam Bumi sebagai dokumen hukum lunak (soft law document). Dokumen hukum lunak seperti Universal Declaration on Human Rights(Deklarasi Universal Hak Azazi Manusia) dianggap sebagai aturan moral dan bukan aturan hukum bagi pemerintah yang setuju untuk mendukung dan mengadopsi aturan tersebut, dan seringkali aturan moral tersebut menjadi dasar dari aturan hukum tersebut.

Pada saat ketika perubahan-perubahan besar dalam bagaimana kita  berpikir dan hidup betul-betul diperlukan, Piagam Bumi menantang kita untuk mengevaluasi nilai-nilai yang kita anut dan memilih cara yang lebih baik. Pada saat ketika kemitraan internasional menjadi sangat penting, Piagam Bumi mendorong kita untuk mencari persamaan di antara perbedaan-perbedaan dan untuk merangkul etika global yang baru yang dianut oleh semakin banyak orang di seluruh dunia. Pada saat ketika pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan menjadi sangat perlu, Piagam Bumi memberikan perangkat pendidikan yang sangat bernilai.

PIAGAM BUMI

PEMBUKAAN

Kita berada pada saat yang kritis dalam sejarah Bumi, saat umat manusia harus memilih masa depannya. Ketika dunia makin saling tergantung dan rapuh, masa depan menawarkan sekaligus janji dan risiko yang besar. Untuk melangkah maju, kita harus mengakui bahwa di tengah-tengah keanekaragaman budaya dan bentuk kehidupan, kita adalah satu keluarga umat manusia dan satu komunitas Bumi dengan sebuah takdir bersama. Kita harus senantiasa bekerja sama, mengembangkan sebuah masyarakat global yang berkelanjutan yang menghargai alam, hak asasi manusia universal, keadilan ekonomi serta budaya damai. Untuk mencapai tujuan tersebut, penting sekali bahwa kita, penghuni Bumi, mendeklarasikan tanggung jawab kita terhadap sesama penghuni lainnya, terhadap komunitas kehidupan yang lebih luas, dan terhadap generasi mendatang. 

Bumi, rumah kita

Umat manusia merupakan bagian alam semesta yang berkembang pesat. Bumi, rumah kita, hidup dengan sebuah komunitas kehidupan yang unik. Kekuatan alam menciptakan eksistensi kita sebagai petualangan yang penuh tuntutan dan ketidakpastian, namun Bumi telah menyediakan berbagai hal yang penting untuk evolusi kehidupan. Keuletan komunitas kehidupan dan kesejahteraan umat manusia bergantung pada terpeliharanya biosfer yang sehat dengan seluruh sistem ekologinya, beraneka ragamnya tumbuhan dan hewan, tanah yang subur, air murni dan udara yang bersih. Lingkungan hidup global dengan sumber dayanya yang terbatas merupakan kepedulian bersama seluruh manusia. Perlindungan terhadap vitalitas, keanekaragaman dan keindahan Bumi adalah sebuah tugas suci.

Situasi Global

Pola dominan produksi dan konsumsi menyebabkan kerusakan lingkungan, terkurasnya sumber daya alam dan punahnya spesies secara besar-besaran. Komunitas-komunitas sedang mengalami rongrongan. Hasil pembangunan tidak dibagikan secara adil dan kesenjangan antara si miskin dan si kaya melebar. Ketidakadilan, kemiskinan, ketidakpedulian, dan konflik dengan kekerasan menyebar dan mengakibatkan penderitaan yang hebat. Meningkatnya populasi manusia telah membebani sistem-sistem ekologi dan sosial. Fondasi bagi keamanan global terancam. Kecenderungan-kecenderungan ini membahayakan, tetapi tak terelakkan. 

Tantangan ke Depan

Pilihan ada pada kita: membentuk kemitraan global untuk melindungi Bumi dan sesama manusia atau menanggung risiko kehancuran diri dan aneka ragam kehidupan lainnya. Dibutuhkan perubahan-perubahan yang fundamental dalam nilai-nilai, lembaga-lembaga, dan cara hidup kita. Kita harus menyadari bahwa ketika kebutuhan-kebutuhan dasar telah dapat dipenuhi, perkembangan manusia utamanya adalah peningkatan harkatnya, bukan semata menjadi manusia yang berkelimpahan. Kita memiliki pengetahuan dan teknologi yang bisa menyediakan segalanya dan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Bangkitnya masyarakat madani/sipil di seluruh dunia telah menciptakan kesempatan baru untuk membangun sebuah dunia yang demokratis dan manusiawi. Tantangan-tantangan lingkungan, ekonomi, politik, sosial dan spiritual adalah saling berkaitan, dan bersama-sama kita dapat mencarikan solusinya. 

Tanggung jawab Universal 

Untuk mewujudkan aspirasi-aspirasi tersebut, kita harus memutuskan untuk hidup dengan rasa tanggung jawab universal, mengidentifikasi diri kita sendiri dengan seluruh warga Bumi dan juga komunitas lokal kita. Kita sekaligus adalah warga aneka bangsa yang berbeda-beda dan warga satu dunia di mana kehidupan lokal dan global saling berkaitan. Setiap orang berbagi tanggung jawab atas kesejahteraan umat manusia dan kehidupan dunia yang lebih luas, baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan dengan seluruh kehidupan menjadi lebih kuat bila kita hidup dengan menghormati misteri keberadaan kita, bersyukur terhadap anugerah kehidupan, dan bersikap rendah hati terhadap alam yang menjadi tempat hidup manusia. 

Kita membutuhkan segera sebuah persamaan pandangan tentang nilai-nilai dasar yang akan menjadi landasan etika bagi bangkitnya masyarakat dunia. Untuk itu, bersama-sama dalam pengharapan kita tegaskan prinsip-prinsip yang saling terkait bagi cara hidup yang berkelanjutan, yang mana pelaksanaannya oleh semua individu, organisasi, dunia usaha, pemerintah dan lembaga antarnegara akan diarahkan dan dinilai.

PRINSIP-PRINSIP PIAGAM BUMI (Principles)

I. Menghormati dan memelihara komunitas kehidupan

1. Menghormati bumi dan kehidupan dalam keberagaman kehidupan di dalamnya

a.  Mengakui bahwa segala yang ada di Bumi saling bergantung dan setiap bentuk kehidupan sangatlah berharga tanpa menghiraukan nilai/manfaatnya bagi umat manusia.

b.  Menegaskan keyakinan pada martabat seluruh umat manusia dan pada potensi intelektual, artistik, etika, dan spiritual manusia.

2. Memelihara Komunitas Kehidupan Dengan Pengertian, Kasih Sayang dan Cinta.

a.  Menerima bahwa hak untuk memiliki, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam diiringi dengan kewajiban untuk mencegah pengrusakan lingkungan dan melindungi hak-hak masyarakat.

b.  Mengakui bahwa meningkatnya kebebasan, pengetahuan dan kekuasaan disertai dengan meningkatnya tanggung jawab untuk mendahulukan kepentingan bersama.

3. Membangun Masyarakat Demokratis yang Adil, Berperan Serta, Berkelanjutan dan Damai.

a.  Memastikan bahwa seluruh tingkatan masyarakat menjamin hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental serta memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mengembangkan potensinya.

b.  Memajukan keadilan sosial dan ekonomi, yang memberi kesempatan pada semua orang untuk memiliki mata pencaharian yang terjamin dan bermakna serta bertanggungjawab kepada ekologi.

4. Mengamankan Kekayaan dan Keindahan Bumi untuk Generasi Sekarang dan Mendatang.

a.  Mengakui bahwa kebebasan bertindak setiap generasi harus disesuaikan dengan kebutuhan generasi mendatang.

b.  Meneruskan kepada generasi mendatang nilai-nilai, tradisi-tradisi dan pranta-pranata yang mendukung pertumbuhan jangka panjang umat manusia dan komunitas-komunitas ekologis.

Untuk memenuhi empat komitmen besar ini diperlukan pula :

II. Keutuhan Ekologi

5. Melindungi dan Memulihkan Keutuhan Sistem Ekologis Bumi, Khususnya Keanekaragaman Hayati dan Proses-Proses Alami yang Menunjang Kehidupan.

  1. Mengadopsi pada semua tingkatan, rencana dan peraturan pembagunan yang berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian dan pemulihan lingkungan pada semua prakarsa pembagunan.
  2. Membagun dan melindungi cagar biosfir dan alam yang dapat terus lestari, termasuk kawasan daratan dan laut, untuk melindungi sistem penunjangan kehidupan bumi, memopertahankan keanekaragaman hayati, dan memelihara warisan alam kita.
  3. Mengupayakan pemulihan spesies dan ekosisten yang terancam.
  4. Mengontrol dan memberantas organisme bukan-asli atau organisme hasil rekayasa genetika yang berbahaya bagi spesies asli dan limgkungan, serta mencegah diperkenalkannya organisme-organisme berbahaya semacam itu.
  5. Mengelola pemanfaatan sumber daya yang terbarukan seperti air, tanah, hasil hutan, dan kehidupan laut dengan cara-cara yang tidak melampaui kecepatan beregenerasi dan yang melindungi kesehatan ekosistem.
  6. Mengelola pengumpulan dan pemanfaatan sumber daya yang tidak terbarukan seperti mineral, bahan bakar, dengan cara meminimalkan pengurasan sumber daya tersebut dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.

6. Mencegah Kerusakan Sebagai Cara Terbaik dalam Melindungi Lingkungan dan, Bila   Pengetahuan Terbatas, Diterapkan Pendekatan Kehatian-Hatian Secara Dini.

a.  Mengambil tindakan yang menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan yang serius atau tidak dapat diperbaiki kendati ketika penelitian ilmiah belum lengkap atau belum menetapkan kesimpulan.

b.  Menempatkan beban pembuktian kepada mereka yang berargumentasi bahwa kegiatan yang diajukan tidak menimbulkan bahaya, serta membuat kelompok tersebut bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan.

c.  Menjamin bahwa pengambilan keputusan memperhatikan konsekuensi keputusan memperhatikan konsekuensi aktivitas-aktivitas manusia yang bersifat kumulatif, berjangka panjang, tidak langsung, berjarak jauh dan global.

d.  Mencegah polusi di bagian lingkungan manapun dan tidak membiarkan berkembangnya radio aktif, racun dan berbagai substansi berbahaya lainnya

e.  Menghindari kegiatan-kegiatan militer yang merusak lingkungan.

7. Mengadopsi pola produksi, konsumsi dan reproduksi yang menjaga kemampuan regenerasi Bumi, hak-hak asasi manusia dan kesejahteraan masyarakat.

a.  Mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang berbagai bahan yang digunakan dalam sistem produksi dan konsumsi, dan menjamin bahwa sisa limbahnya dapat dibaurkan oleh sistem ekologis.

b.  Melakukan tindakan pengendalian dan efisien saat menggunakan energi dan makin mengandalkan sumber energi yang dapat diperbaharui seperti matahari dan angin.

c.  Memajukan pengembangan, penyerapan, dan alih teknologi ramah lingkungan yang berkeadilan.

d.  Memasukkan sepenuhnya biaya lingkungan dan biaya sosial dari barang dan jasa pada harga jual, dan membuat konsumen mampu mengindentifikasi produk-produk yang memenuhi standar sosial dan lingkungan yang tertinggi.

e.  Menjamin akses universal terhadap pelayanan kesehatan yang memperkokoh kesehatan reproduksi dan reproduksi yang bertanggung jawab.

f.   Mengadopsi gaya hidup yang menekankan pada kualitas kehidupan dan kecukupan materi dalam dunia yang
terbatas.

8.  Meningkatkan Studi Tentang Keberlanjutan Ekologi serta Memajukan Pertukaran yang Terbuka dan Penerapan Secara Meluas Pengetahuan yang Diperoleh dari Studi Tersebut.

 a.  Mendukung kerja sama ilmiah dan teknis di timgkat internasional tentang keberlanjutan, khususnya yang terkait dengan kebutuhan negara-negara berkembang.

 b.  Mengakui dan melestarikan pengetahuan pengetahuan taradisional dan kearifan spiritual di seluruh budaya yang memberi sumbangan kepada perlindungan lingkungan dan kesejahteraan manusia.

 c.  Menjamin bahwa informasi yang vital bagi kesehatan manusia dan perlindungan alam, termaksud informasi
genetis, tetap tersedia di wilayah publik.  

III. Keadilan Sosial dan Ekonomi

9.  Memberantas Kemiskinan Sebagai Keharusan Etika, Sosial dan Lingkungan.

a.  Menjamin hak untuk memperoleh air minum, udara bersih, keamanan pangan,  tanah yang tidak tercemar, tempat berlindung dan sanitasi yang aman, mengalokasikan sumber daya nasional dan internasional yang dibutuhkan.

b.  Memberdayakan setiap orang dengan pendidikan dan sumber daya untuk mendapatkan mata pencarian yang berkesinambungan, dan menyediakan keamanan sosial serta jaring pengaman bagi mereka yang tidak mampu menopang diri sendiri.

c.  Mengakui mereka yang terbaikan, melindungi yang retan, melayani yang  menderita dan membuat mereka mampu mengembangkan memampuannya dan mengejar cita-citanya.

10. Menjamin bahwa seluruh aktivitas dan pranata ekonomi di segala tingkatan akan mendukung pengembangan manusia secara adil dan berkelanjutan.

a.   Mengupayakan distribusi kekayaan yang adil di dalam suatu negara dan antarnegara.

b.   Meningkatkan sumber daya intelektual, keuangan teknis dan sosial dari negara-negara berkembang dan membebaskan Negara tersebut dari beban hutang internasional yang berat.

c.   Menjamin bahwa seluruh perdagangan mendukung pemanfaatan sumber daya yang berkesinambungan, perlindungan lingkungan dan standar perburuhan yang progresif.

d.   Mensyaratkan perusahaan multinasional dan organisasi keuangan internasional untuk bertindak secara transparan untuk kepentingan publik dan menjaga agar mereka bertanggung gugat atas konsekuensi-konsekuensi segala kegiatan mereka.

11. Menegaskan Kesetaraan dan Keadilan Gender Sebagai Prasyarat Pembangunan Berkelanjutan dan Menjamin Akses Universal Terhadap Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, dan Kesempatan Ekonomi.

a.   Menjamin hak asasi kaum perempuan dan gadis remaja, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap mereka.

b.   Memajukan peran serta aktif perempuan dalam segala aspek ekonomi, politik, sipil, sosial dan kehidupan budaya sebagai mitra penuh dan sejajar, pengambil keputusan, pemimpin dan penerima manfaat.

c.   Memperkuat keutuhan keluarga dan menjamin keamanan dan lingkungan yang penuh kasih sayang bagi seluruh anggota keluarga.

12.  Menjunjung tinggi hak untuk semua, tanpa perbedaan, demi terwujudnya lingkungan alam dan sosial yang mendukung martabat manusia, kesehatan fisik dan kesejahteraan spiritual, dengan perhatian khusus bagi hak-hak masyarakat adat dan kelompok minoritas.

a.   Menghapus diskriminasi dalam segala bentuknya seperti yang berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, bahasa dan kebangsaan, suku atau asal-muasal sosial.

b.    Menegaskan hak masyarakat adat terhadap kepercayaan, pengetahuan tanah dan sumber daya mereka dan terhadap praktek yang berhubungan dengan penghidupan yang berkesinambungan.

c.    Menghormati dan mendukung generasi muda dalam masyarakat kita, membuat mereka mampu memainkan peran penting mereka dalam menciptakan masyarakat yang berkelanjutan.

d.    Melindungi dan memperbaiki tempat-tempat budaya dan spiritual yang penting.

IV. Demokrasi, Anti Kekerasan, dan Perdamaian

13. Memperkuat lembaga-lembaga demokrasi di setiap tingkatan, dan mengharuskan transparansi dan pertanggung-gugatan pada setiap kepemerintahan (governance), partisipasi terbuka dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap keadilan.

a. Menjunjung tinggi hak setiap orang untuk menerima informasi yang jelas dan tepat waktu tentang masalah-masalah lingkungan dan segala rencana serta aktivitas pembangunan yang mungkin dapat mempengaruhi mereka atau yang memenuhi kepentingan mereka.

b. Mendukung masyarakat sipil lokal, regional dan global serta memajukan partisipasi yang berarti oleh setiap individu dan organisasi yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan.

c. Melindungi kebebasan berpendapat, berekspresi dan berkumpul secara damai, berserikat dan berbeda pendapat.

d. Melembagakan akses yang efektif dan efisien terhadap prosedur peradilan yang baku dan independen, termasuk penyelesaian dan ganti rugi terhadap kerusakan lingkungan dan ancaman dari kerusakan tersebut.

e. Menghapuskan korupsi di semua lembaga publik dan swasta.

f. Memperkuat komunitas lokal, memberdayakan mereka agar memelihara lingkungannya dan meminta tanggung
jawab lingkungan pada tingkatan pemerintahan yang paling efektif dapat menanganinya.

14. Mengintegrasikan ke dalam pendidikan formal dan pembelajaran seumur hidup, pengetahuan, nilai-nilai dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup yang berkesinambungan.

 a. Menyediakan bagi semua, terutama anak-anak dan generasi muda, kesempatan untuk mengecap pendidikan yang memberdayakan mereka sehingga dapat memberikan sumbangan aktif terhadap pembangunan berkelanjutan.

 b. Meningkatkan kontribusi bidang seni dan kemanusiaan serta ilmu pengetahuan dalam pendidikan yang berkesinambungan.

 c. Meningkatkan peran media massa dalam meningkatkan kesadaran tantang berbagai tantangan ekologi dan sosial.

 d. Mengakui pentingnya pendidikan moral dan spiritual untuk kehidupan yang berkelanjutan.

15.  Memperlakukan semua makhluk hidup dengan rasa hormat dan pengertian.

a. Mencegah kekejaman terhadap hewan-hewan peliharaan dan melindungi mereka dari penderitaan.

b. Melindungi binatang-binatang liar dari cara-cara perburuan, jebakan dan pancingan yang mengakibatkan penderitaan yang ekstrim, berkepanjangan dan terhindarkan.

c. Menghindari atau menghapuskan segala kemungkinan pengambilan atau pengrusakan spesies-spesies yang tidak menjadi sasaran.

16.  Memajukan budaya toleransi, anti kekerasan dan perdamaian.

a. Mendorong dan mendukung saling pengertian, solidaritas dan kerja sama di antara semua masyarakat di dalam sebuah negara dan antarnegara.

b. Menerapkan strategi yang menyeluruh untuk mencegah konflik kekerasan dan menggunakan pemecahan masalah secara kolaboratif untuk mengelola dan menyelesaikan konflik-konflik lingkungan serta perselisihan lainnya.

c. Demiliterisasi sistem keamanan nasional sampai pada tingkatan pertahanan yang tidak provokatif dan menggantikan sumber daya militer untuk tujuan-tujuan perdamaian, termasuk pemulihan ekologis.

d. Menghapuskan senjata nuklir, biologis dan beracun serta jenis senjata perusak massal lainnya.

e. Menjamin bahwa pemanfaatan ruang orbit dan ruang angkasa luar mendukung perlindungan lingkungan dan perdamaian.

f. Mengakui bahwa perdamaian adalah keutuhan yang tercipta oleh hubungan baik seseorang dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, budaya lain, kehidupan lain, Bumi, dan semua hal yang lebih besar di mana semua menjadi bagian.

Jalan Ke Masa Depan

Tak pernah sebelumnya dalam sejarah, takdir bersama memberikan isyarat kepada kita untuk mencari suatu titik tolak baru. Pembaharuan semacam ini merupakan janji dari prinsip-prinsip Piagam Bumi. Untuk memenuhi janji ini, kita harus bertekad untuk mengadopsi dan memajukan nilai-nilai dan tujuan yang tercantum dalam Piagam Bumi ini.

Hal tersebut membutuhkan perubahan hati dan pikiran. Juga dibutuhkan sebuah pengertian baru tentang saling ketergantungan global dan tanggung jawab universal. Kita harus mengembangkan secara imjinatif dan menerapkan visi tentang cara hidup yang berkelanjutan, di tingkat lokal, nasional, regional dan global. Keanekaragaman budaya kita adalah sebuah warisan yang berharga, dan perbedaan budaya-budaya ini akan menemukan jalannya sendiri untuk mewujudkan visi tersebut. Kita harus memperdalam dan mengembangkan dialog global yang telah melahirkan Piagam Bumi ini, karena masih banyak yang perlu kita pelajari dari pencarian bersama akan kebenaran dan kearifan yang sekarangpun masih berlangsung.

Kehidupan kerap berisi ketegangan antara nilai-nilai penting. Hal ini menyebabkan membuat pilihan menjadi sangat sulit. Bagaimanapun juga, kita harus menyelaraskan keanekaragaman dengan persatuan, menjalankan kebebasan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak, memperhatikan sasaran jangka pendek dengan tujuan jangka panjang. Setiap individu, keluarga, organisasi dan masyarakat dapat memainkan peran penting. Seni, ilmu pengetahuan, agama, lembaga pendidikan, media, dunia, usaha, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah, semua digugah untuk mewujudkan kepemimpinan yang kreatif. Kemitraan antara pemerintah, masyarakat sipil dan dunia usaha sangat penting untuk kepemerintahan yang efektif.

Untuk membangun masyarakat global yang berkelanjutan, seluruh negara di dunia harus memperbarui komitmen mereka kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, memenuhi kewajiban mereka terhadap kesepakatan-kesepakatan internasional yang ada dan mendukung implementasi prinsip-prinsip Piagam Bumi dengan instrumen lingkungan dan pembangunan yang mengikat secara hukum.

Mari kita jadikan hidup kita dikenang sebagai saat bangkitnya sebuah kesadaran baru bagi kehidupan, ketetapan hati yang kuat untuk mencapai keberlanjutan, dipacunya perjuangan untuk mencapai keadilan dan kedamaian, serta perwujudan rasa syukur atas kehidupan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s