Lingkungan Hidup

Isu pemanasan global belakangan ini menjadi hal yang sering dibicarakan oleh berbagai pihak. Terkait dengan keadaan dunia yang sudah mengalami transisi yang sangat cepat beberapa dekade ini, isu lingkungan hidup menjadi sesuatu yang sangat signifikan untuk dibicarakan kembali.

Kita tentunya menyadari bahwa dunia sudah berubah dan tentu saja juga dengan manusia yang tinggal di dalamnya. Perkembangan industri yang begitu cepat di berbagai negara membuat isu lingkungan hidup menjadi hal yang paling menjadi masalah dalam penanganannya. Belum lagi dengan jumlah kendaraan bermotor yang sangat cepat pertambahannya. Namun sayangnya kita seringkali bahkan lupa bagaimana menjaga lingkungan hidup ini tetap lestari.

Upaya Indonesia menjadi negara industri membuat isu lingkungan hidup menjadi hal yang sepatutnya diperhatikan. Hal ini terkait dengan limbah industri yang dihasilkan oleh industri yang jumlahnya semakin bertambah tersebut. Pada satu pihak pembangunan industri berguna dalam menampung tenaga kerja yang jumlahnya sangat banyak. Namun di lain pihak ketidakpedulian beberapa perusahaan terhadap limbah yang dihasilkannya membuat ancaman lingkungan hidup semakin besar.

Maraknya pembangunan gedung-gedung bertingkat, pusat pembelanjaan, hotel dan apartemen semakin menggusur lahan hijau yang ada terutama di kota-kota besar Indonesia. Belum lagi ditambah dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya yang akhirnya menambah pelik permasalahan lingkungan hidup. Apalagi beberapa kendaraan di jalan-jalan Indonesia ada yang tidak layak jalan karena menimbulkan polusi asap yang sangat tinggi.

Hal ini ditambah lagi dengan perusakan hutan yang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan Indonesia tercatat masuk ke dalam “rekor dunia” sebagai penghancur hutan tercepat di dunia (KOMPAS, 4 Mei 2007). Hal ini semakin menambah bukti bahwa Indonesia memang tidak terlalu peduli tentang pemeliharaan lingkungan hidupnya.

Apa yang menjadi penyebab dari keadaan ini? Apakah tingkat pendidikan yang rendah kembali menjadi kambing hitam kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga lingkungan hidupnya? Tentunya hal ini dirasakan kurang tepat. Kerusakan lingkungan dan kurang mampunya masyarakat Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi keadaan lingkungan hidup Indonesia.

Para pemimpin yang terkait dengan faktor-faktor lingkungan hidup seperti industri, limbah, laju jumlah kendaraan bermotor, hutan dan tata wilayah adalah orang-orang yang juga ikut bertanggung jawab tentang lingkungan hidup.

Mungkin yang menjadi masalah terbesar adalah kesadaran pelaku industri, masyarakat dan para pemimpin kita tentang arti pentingnya lingkungan hidup. Pesan dan slogan tidak pernah putus kita dengung-dengungkan, namun pelaksanaan di lapangan sangatlah tidak maksimal. Kita tentu seringkali ingat slogan bahwa tanah dan beserta isinya ini bukanlah milik kita namun hanya titipin dari anak cucu kita sehingga kita wajib menjaganya. Slogan yang bagus bukan? Namun sayangnya hanya menjadi kiasan belaka.

Para pelaku industri, pemimpin dan masyarakat kita lebih banyak berpikir tentang keadaan ekonomi kita. Istilah kasarnya adalah urusan perut menjadi nomor satu dibandingkan dengan urusan lainnya. Segala pembangunan di bidang industri, pembangunan gedung-gedung, perusakan hutan dan segala upaya yang akhirnya mempunyai dampak yang buruk terhadap lingkungan biasanya didasari oleh kepentingan ekonomi. Lingkungan hidup yang bersih dan sehat menjadi hal yang kesekian dipikirkan dibanding dengan urusan memenuhi urusan kepentingan bisnis dan ekonomi.

Hal ini juga ditambah dengan kondisi kesehatan jiwa kebanyakan masyarakat kita. Jujur bila kita mau mengakui bahwa banyak dari kita tidak dalam kondisi yang benar-benar sehat jiwanya. Salah satu kriteria sehat jiwa ditandai dengan perasaan sehat dan bahagia serta mampu menerima keadaan diri sendiri dan orang lain sebagaimana adanya. Hal ini yang mungkin sulit kita dapatkan pada individu Indonesia yang hidupnya selalu merasa tidak puas dengan keadaan dirinya sehingga menggunakan segala cara untuk memperoleh yang diinginkannya.

Sama dalam hal pemeliharaan lingkungan hidup. Kebanyakan orang yang merusak lingkungan hidup tidak mampu untuk berpikir panjang bahwa apa yang dilakukannya akan merugikan orang lain. Seperti kata slogan di atas, orang ini tidak sadar bahwa ia akan mewariskan sesuatu kepada anak cucunya dan hal itu adalah lingkungan hidup yang rusak. Mengapa dia tidak menyadarinya? Karena tentunya dia sudah terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Orang seperti ini tentunya tidaklah sehat jiwanya.

One thought on “Lingkungan Hidup

  1. Melalui pendidikan kita bisa merubahnya, mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita, mengajaknya untuk menjadi insan madani yang mencintai lingkungan dan berfikir sehat
    Terutama generasi muda, jangan sampai ia mengikuti jejak leluhurnya yang merusak,
    hmm…. suka dukanya membudayakan hal baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s