“World Bamboo Days” Gerakan Masyarakat Menanam Bambu

Hari ini (28/09)Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bekerjasama dengan Yayasan Bambu Indonesia (YBI) menyelenggarakan Gerakan Penanaman Bambu di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Bogor. Kegiatan ini sebagai komitmen untuk melestarikan bambu dan mewujudkan kemanfaatannya secara berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus dalam rangka memperingati World Bamboo Days yang jatuh pada tanggal 18 September. Acara ini dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Erna Witoelar yang pada kesempatan ini mengupas buku pada peluncurkan Buku “Serumpun Bambu Sejuta Karya”. karya H. Jatnika Nanggamiharja yang juga merupakan pendiri Yayasan Bambu Indonesia.

Mendengar kata bambu mungkin tidak asing bagi kita semua karena hampir seluruh Kepulauan Indonesia ada tanaman bambu, sehingga budaya dan adat istiadat di setiap daerah memiliki ikatan dengan bambu. Bambu adalah tumbuhan jenis asli Indonesia yang sangat akrab dengan hidup dan kehidupan masyarakat Indonesia, dan juga di berbagai Negara Asia Hal ini dikarenankan fungsinya yang sangat multiguna dimana manfaatnya mulai dari konservasi lingkungan, sebagai bahan ragam kreativitas dan sebagai bahan pangan. Dengan akar serabutnya, bambu berfungsi besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan, oleh karena itu, sangat tepat digunakan untuk rehabilitasi dan konservasi daerah rawan longsor dan lahan kritis di samping mempunyai nilai ekonomis. Potensi bambu belum sepenuhnya digali dan dimanfaatkan secara optimal.

Dalam sambutannya, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, mengatakan, “Acara ini merupakan salah satu langkah konkrit dalam upaya pelestarian bambu, mengingat bambu merupakan bahan keperluan masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan namun kondisinya sudah semakin langka”. Selain itu, kegiatan ini untuk meningkatkan pemberdayaan komunitas dan masyarakat melalui pelestarian bambu. Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di dunia, memiliki keanekaragaman jenis bambu. Dari sekitar 1500 jenis bambu yang sudah dikenal, 147 merupakan jenis asli Indonesia termasuk jenis-jenis bambu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Bambu mempunyai fungsi lingkungan yang sangat signifikan dalam menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air.  Tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah-daerah lereng, sehingga mampu berfungsi dalam mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor. Bambu juga merupakan salah satu tanaman yang dapat menyimpan air dan menyimpan karbon, menahan kebisingan, serta mempunyai nilai ekonomis.

Berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatannya sebenarnya telah dilakukan oleh berbagai pihak baik peneliti, kelompok masyarakat maupun pemerintah melalui kebijakan. “Kegiatan ini merupakan langkah upaya terpadu berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk pelestarian lingkungan hidup, khususnya bambu dalam pemanfaatan secara berkelanjutan hingga pengembangan industri bambu”, harap MenLH.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Ilyas Asaad, MP, MH, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 8580087,
email: humas@menlh.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s