Konservasi Danau Ayamaru di Papua Barat

 

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelamatan 15 Danau Prioritas, Danau Ayamaru dan Pelestarian Kawasan Ekosistem Raja Ampat sekaligus memperingati Hari Air seDunia di Sorong Papua Barat (26/3). Khusus untuk Penyelamatan 15 Danau Prioritas. Targetnya adalah menindaklanjuti Kesepakatan Bali tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan yang dihasilkan pada Konferensi Nasional Danau Indonesia I (KNDI I), tanggal 13 Agustus 2009 di Bali serta Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) yang diluncurkan pada Konferensi Nasional Indonesia II di Semarang pada tanggal 13-14 Oktober 2011.

Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Arief Yuwono menjelaskan bahwa Rakor ini sebagai langkah awal koordinasi antar sector pusat dan daerah dalam upaya melindungi daan melestarikan Kawasan Ekosistem Raja Ampat. Sedangkan dalam konteks penyelamatan 15 Danau Prioritas target rakor ini difokuskan pada upaya untuk pengintegrasian dan kesenergian program/kegiatan antar sektor pada 9 (Sembilan) kementerian agar sejalan dengan komitmen penyelamatan danau yang telah disepakati pada kesepakatan Bali 2009. Sembilan Menteri yang telah bersepakat tersebut adalah Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Hal ini sejalan pula dengan hasil rapat kerja Komisi VII DPR RI tanggal 19 Maret 2012 yang meminta kepada 9 Kementerian untuk melakukan singkronisasi dan bersinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan maupun dalam bentuk pengalokasian anggaran yang proporsional dalam APBN.

Untuk segera mewujudkan hal tersebut, maka KLH saat ini sedang menyusun Grand Design Penyelamatan 15 Danau Prioritas. Diharapkan Grand Design ini dapat menjadi acuan bersama 9 Menteri dan para pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan upaya penyelamatan 15 danau prioritas. Ada pun 15 Danau Prioritas tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Manijau dan Danau Singkarak (Sumatera Barat), Danau Kelinci (Jambi), Rawa Danau (Banten), Danau Rawapening (Jawa Tengah), Danau Batur (Bali), Danau Tempe dan Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan barat), Danau Cascade Mahakam (Semayang, Melintang, Jempang)(Kalimantan Timur), dan Danau Sentani (Papua).

Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup dan Kawasan Danau Komisi VII DPR RI tentang penyelamatan 15 danau prioritas yang dibentuk 9 Februari 2011 memang mendesak agar segera disusun langkah yang jelas, konkrit dan terintegrasi antar sector (9 Kementerian) dan para pemangku kepentingan lainnya. Sebab berdasarkan Kesepakatan Bali 2009, periode penyelamatan 15 danau prioritas ini antara 2010-2014.

Langkah nyata yang telah dilakukan antara lain penyelamatan Danau Rawapening dari ancaman enceng gondok. Begitu pula penyelamatan danau Limboto.

Selain 15 danau prioritas, KLH juga berupaya melakukan penyelamatan Danau Ayamaru di Kabupaten May Brat, Provinsi Papua Barat. Danau ini memiliki ciri khas yang unik bahkan belum tercatat dalam literatur tipologi danau. Danau Ayamaru adalah danau yang berada di kawasan karst yang kaya sumberdaya air di bawah batuan dan kaya  keanekaragaman hayati baik yang bersifat endemic maupun yang introduksi.

Danau Ayamaru seluas 890 Ha diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 30 m. Danau Ayamaru mempunyai manfaat yang cukup besar bagi masyarakat sekitarnya, antara lain sebagai sumber air minum, perikanan tangkap, pertanian, jalur transportasi, tujuan wisata dan berpotensi menjadi pembangkit tenaga listrik mikro hidro.

Salah satu ciri khas danau di kawasan karts adalah perubahan tinggi permukaan air danau yang relative cepat karena porositas basin yang besar akibat banyaknya rekahan batuan. Akibatnya Danau Ayamaru mengalami penurunan permukaan air danau setiap tahunnya sehingga berdampak kepada social ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sunberdaya perairan danau (ikan).

Mengenai pelestarian ekosistem kawasan Raja Ampat, saat ini sedang dilakukan kajian-kajian yang mendukung secara keseluruhan dan terintegrasi dalam penyempurnaan Rencana Strategis Kabupaten Raja Ampat. Dengan demikian diharapkan dapat dirumuskan kebijakan dan program-program kerja yang tepat dalam pengelolaan ekosistem Terumbu Karang yang lestari dan berkelanjutan. Salah satu kajian yang telah dilakukan adalah Kajian Daya Dukung Lingkungan dalam persfektif pengembangan Ekowisata, perhitungan/evaluasi ekonomi untuk potensi sumberdaya alam yang terkait dengan Terumbu karang, persepsi masyarakat setempat mengenai konservasi dan model pengembangan ekowisata serta program aksi Rehabilitasi Pantai dengan pengentasan masyarakat pesisir (Rantai Emas). Paulus Londo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s