Kegiatan

  • Berdirinya LELi diawali dengan membangun kesepahaman antara LELi dengan masyarakat korban limbah di beberapa wilayah Jawa Tengah sehingga menjadi tolok ukur pene-rimaan masyarakat terhadap program kerja LELI. Sejak tahun 2006 para aktivis LELi mengkhususkan pada pendampingan masyarakat sekitar kawasan galian C di Kabupaten Batang dan Pekalongan dan masyarakat petani nelayan korban limbah industri di sepanjang Pantura Pulau Jawa.
  • Bersama dengan Deputi Penaatan Hukum Lingkungan KNLH menyelenggarakan program “Peningkatan Kapasitas Litigator” di wilayah karisidenan Surakarta dan Pekalongan pada tahun 2009 s/d 2011.
  • Melakukan litigasi dan advokasi di PN Pekalongan untuk masyarakat korban limbah PT. Sampangan Dupantex Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008 s/d 2009.
  • Melihat kondisi lingkungan dan fakta perekonomian perdesaan dan pertaniannya, dari tahun 2009 LELi secara aktif memberikan pelatihan terpadu pengolahan bahan organik dengan memanfaatkan sisa panen (jerami, sisa tanaman, limbah ternak, sampah organik) menjadi kompos (pupuk organik).
  • Di wilayah Pulau Jawa, ekstensifikasi lahan hampir tidak mungkin dilakukan mengingat semakin padatnya penduduk dan perkembangan industri. Maka LELi secara terus menerus mengkampanyekan intensifikasi pemanfaatan pekarangan rumah untuk “kebun dapur sehat” dengan menggunakan kompos organik yang dibuat oleh petani sendiri. Program ini dilakukan sejak tahun 2010 mendukung kesehatan masyarakat desa, asupan gizi, dan perekonomian desa.
  • Aktivis LELi bergabung dengan para sukarelawan lain mendirikan Posko Kemanusiaan untuk masyarakat korban letusan Gunung Merapi selama bulan Nopember 2010 di wilayah Kabupaten Klaten.
  • Bekerjasama dengan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik melakukan penyuluhan bidang sosial, wawasan kebangsaan dan pendidikan politik masyarakat di Kabupaten Grobogan, Batang, dan Pekalongan sepanjang tahun 2010 sampai 2012.
  • Bergabung dengan para aktivis lingkungan merencanakan dan melaksanakan program kerja konservasi lingkungan hidup, antara lain; Studi penanganan abrasi, penanganan kerusakan akibat intrusi air laut, pengembangan model pengelolaan hutan mangrove, kegiatan penyelamatan hutan kawasan Gunung Ungaran dalam perspektif pengamanan desa kota, konservasi alam dan pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang, dan lain sebagainya.
  • Melakukan komunikasi intensif, memberikan sumbang saran, dan pertimbangan kepada Komisi B dan E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah tentang kondisi lingkungan hidup di wilayah Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s